Tokoh “Suling” (Subuh Keliling) Kabupaten Ketapang H.Uti Konsen U.M Tutup Usia

Innalilahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia H. Uti Konsen U.M di Rumah Sakit Agoesjam Ketapang, sekitar pukul 10.55 WIB 23/9/2018.

Kabupaten Ketapang sangat berduka sekali atas wafatnya salah satu tokoh Ulama H.Uti Konsen U.M. Pejabat dan masyarakat dilingkungan Kabupaten Ketapang, berdatangan kerumah duka, di Jl. Pangeran Kusuma Jaya, Mulia Kerta Ketapang. Bupati Ketapang Martin Rantan SH M.SOS Wakil Bupati Ketapang H. Suprapto S, Kapolres Ketapang AKBP Yuri Nurhidayat Dandim 1203 Ketapang Letkol Kav Jamian serta pejabat lain nya di Kelurahan Mulia Karta Kecamatan Benua Kayong, Ketapang.
Begitu dikenalnya almarhum dikalangan masyarakat baik sipil, TNI, POLRI, dan terlebih di kalangan perbankkan, terbukti dengan kiriman karangan bunga mulai dari Direktur Bank Syariah mandiri, Bank BRI, Bank KalBar, Bank Mandiri, Komandan Kodim, Kapolres, Kapolda, Komandan Kompi, Pangdam, Bareskrim Polri dan Gubernur.
Uti Konsen U.M merupakan seorang muslim yang dikenal masyarakat yang memiliki ketaatan beribadah luar biasa. Bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, H.Uti Konsen U.M menjadi sosok panutan. Beliau sangat mudah bergaul dan cepat akrab dengan orang yang baru dikenal, baik itu pejabat, ustad, ataupun masyarakat biasa semua dianggap sama.
Almarhum lahir pada 1 Agustus 1943 dan menutup usia dengan berumur 75 tahun, meninggalkan lima orang anak (empat perempuan dan satu laki-laki). Sedangkan Istri almarhum sudah mendahului Almarhum pada tanggal 19 April 2010 silam.
Penggagas garakan Subuh Keliling (Suling) di kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 17 tahun yang lalu ini, “mengeluhkan sakit pada bagian dadanya dan langsung dibawa ke RS Agoesjam, diperkirakan pukul 10.55 WIB 23/9/2018, penggagas Suling tersebut menghembuskan nafas terakhir nya di ruangan UGD Agoesjam”.
Ada satu hal dari Uti Konsen yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang lain. Yakni telah menyiapkan peti mati dan tiang misan yang dia simpan di samping rumahnya. Suatu hal yang tidak banyak dilakukan oleh orang lain. Peti mati tersebut tidak ada yang istimewa, hanya terbuat dari papan seperti peti mati kebanyakan.
Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan dapat mengambil tauladan dari perbuatan Almarhum yg baik semasa hidupnya.