Antisipasi DBD, Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Menanggapi meningkatnya kasus DBD (Demam Berdarah Degueu) di Kabupaten Ketapang sepanjang tahun 2019, Bupati Ketapang menyebutkan pentingnya upaya pencegahan, seperti fogging (pengasapan) maupun abate. Demikian juga dengan peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit dan Puskesmas untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik.

“jadi begini, siapa saja yang digigit nyamuk tentu kita tidak tahu, tetapi sesuai dengan program pemerintah daerah tentunya kita berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pencegahan dan juga meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskemsas,’ tegas Bupati Ketapang menjawab pertanyaan media di pendopo rumah dinas Bupati Ketapang.
Disinggung dengan adanya peningkatan anggaran untuk bidang kesehatan, Bupati Ketapang mengakui hal tersebut diarahkan untuk upaya upaya pencegahan maupun peningkatan kualitas pelayanan. Jika dalam APBD masih juga belum bisa mengakomodir upaya pencegahan dan peningkatan pelayanan, tentunya diupayakan adanya perubahan pada anggaran berikut. Supaya DBD ini tidak bertambah, tentunya perlu upaya pencegahan bagaimana sumber-sumber DBD ini diantisipasi secepat mungkin. Tanggapan Bupati Ketapang tersebut, menjawab pemberitaan media massa, dimana disebutkan sepanjang tahun 2019, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 186 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Ketapang. beberapa diantaranya meninggal dunia.Jumlah tersebut menjadikan Ketapang sebagai daerah tertinggi penderita DBD di Kalbar. Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang juga semakin menggencarkan imbauan kepada masyarakat untuk sadar dan peduli akan kebersihan. Termasuk menjadi pemantau jentik di rumah masing-masing.