Isu Tsunami, Warga Sungai Tengar Sempat Mengungsi

KENDAWANGAN – Takut musibah tsunami melanda warga Dusun Sungai Tengar Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pada malam pergantian tahun (1/1/19) sekitar pukul 01.15 wiba.

Warga beramai ramai mengungsi baik dengan menggunakan roda empat maupun roda dua menuju Sukaria yaitu tempat yang dinilai lebih tinggi serta aman.

Aguslan Siregar Kepala Dusun Sei Tengar membenarkan warganya mengungsi akibat air pasang laut cuma entah info darimana datangnya akan ada tsunami menerjang dusunnya sehingga warga panik keluar rumah untuk mengungsi.

“Entah info dari mana akan adanya Tsunami di daerah kami sehingga warga panik ada yang mengungsi ke dusun Sukaria ada lagi yang mengungsi ke perusahaan kebun BGA namun dalam hati saya ini isu yang tidak benar karena belum ada informasi resmi dari BMKG setempat”, ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya sendiri tidak ikut mengungsi karena pihak Polsek Kendawangan juga menginformasikan bahwa berita akan ada tsunami itu Hoax.

“Saya sendiri menilai air pasang laut pada malam itu dinilai masih wajar seperti tahun tahun lalu namun diakuinya cuaca malam itu memang ekstrim karena hujan campur angin kencang dan petir melanda Sei Tengar”,jelasnya.

Lebih lanjut Agus menyarankan warganya untuk kembali ke rumah masing-masing. Sekitar pukul 04 dini hari warga sudah mulai kembali ke rumah namun ada juga yang masih bertahan yaitu yang mengungsi di perusahaan sawit BGA.

Melihat kejadian ini Aguslan berharap kepada pemerintah daerah khususnya BMKG untuk situasi seperti ini agar menginformasikan ke warga up date data terbaru terkait cuaca karena dimaklumi masyarakat pesisir pantai sering dihantui bencana tsunami seperti yang terjadi di daerah lain seperti Lebak Banten tanpa ada peringatan tsunami terlebih dahulu dan memakan korban cukup banyak sehingga wajar warganya mengungsi ketika ada cuaca ekstrem melanda Dusun Sei Tengar, pungkasnya.