Sebanyak 40 Peserta Ikuti Pelatihan fardhu Kifayah

Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan Fardhu kifayah yang difasilitasi Pemkab Ketapang melalui Bagian Kesra Setda Ketapang di Kecamatan Matan Hilir Utara, Selasa (26 Maret 2019). materi pelatihan fardhu kifayah diantaranya tata cara Memandikan, mengafankan, mensholatkan serta menguburkan jenazah orang Islam yang meninggal dunia. Pelatihan yang berlabngsung di Aula Kantor Camat Matan Hilir Utara dibuka oleh Bupati ketapang yang diwakili Plt.Asisten II Setda Ketapang, Gusti fadlin S.Sos.

Bupati Ketapang melalui Olt Asisten II Setda Ketapang atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang telah hadir mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Ia mengharapkan pelatihan tersebut bisa bermanfaat dalam menambah ilmu pengetahuan tentang tata cara penyelenggaraan jenazah. Pentinganya pelatighan tersebut, karena terbatasnya petugas fardhu kifayah yang ada di masyarakat. Hal ini disebabkan para pendahulu sebelumnya telah meninggal dunia atau pun juga sudah uzur. Untuk itu perlu generasi penerus untuk memahami tentang pelaksanaan penyelenggaraan jenazah.”Penyelengggaraan jenazah hukumnya fardhu a’in, artinya diantara umat islam diwajibkan untuk memiliki pengetahuan tentang tata cara memandikan,
mengafankan menshalatkan dan menguburkan jenazah sesuai dengan tuntunan al-qur’an dan al-hadist,” tegas Bupati Ketapang melalui Ptl Asisten II Setda Ketapang.
Ia menjelaskan Ketika seseorang meninggal dunia, maka terdapat 4 (empat) hal yang harus disegerakandiantaranya : Memandikan, mengafankan, mensholatkan, dan
Memakamkan.Dengan pelaksanaan pelatihan penyelenggaraan jenazah ini, diharapkan kedepan tidak lagi terdengar sulitnya mencari orang yang bisa mengurusi jenazah. Ia mengimbau peserta agar tetap meningkatkan pemahaman dan menambah ilmu pengetahuan Untuk memudahkan dalam mempelajari dan mempraktekkan pelaksanaan fardhu kifayah.
paling penting, setelah pelatihan peserta dapat mempraktekkannya di masyarakat. Demikian juga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat serta membina kader-kader Islami yang mampu menangani hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan fardhu kifayah. “Saya mengharapkan kepada para
peserta pelatihan, agar dapat menyamakan persepsi tentang penanganan fardhu kifayah,” ucapnya.
pemikiran tersebut lahir untuk mengantisipasi kekeliruan yang kemungkinan terjadi akibat melemahnya pemahaman masyarakat tentang pelaksanaan penyelenggaraan jenazah. Plt Asisten II Setda Ketapang berharap kepada masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama yang dilandasi semangat toleransi, saling hormat menghormati dan menghargai dalam pengamalan
ajaran agama dan saling bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Kepada panitia pelaksana diucapkan terima kasih dan penghargaan atas segala upaya yang telah dilaksanakan sehingga kegiatan penyelenggaraan jenazah ini dapat terselenggara,” tuntasnya.